Kita semua berharap ingin lahir ke dunia ini dilahirkan di tengah-tengah keluarga yang utuh dengan ekonomi yang mapan dengan jabatan yang paling terhormat, namun Allah berkehendak lain dari yang kita harapkan dan itulah ujian hidup kita, dan Allah tidak akan mengubah nasib kita kalau kita tidak melakukan usaha.
Melalui media ini aku sedikit bercerita tentang kisahku dimulai dengan kehidupan masa kecil hinga remaja yang tergolong susah banget, karena berada di lingkungan keluarga yang ekonominya jauh di bawah garis kemiskinan dan keluarga yang telah tercerai-berai, mulai dari aku kecil kedua orang tua-ku saling berpisah dengan dua orang kakak-ku ikut ayah pergi jauh hingga kini ke kota Bandung bersama ibu tiri dan aku bersama adik-ku ikut ibu tetap di kota Malang dimana profesi ibuku antara lain sebagai pembantu rumah tangga, ganti profesi sebagai buruh pabrik rokok, ganti profesi bakulan di pasar, maka untuk biaya hidup sangatlah minim, apalagi untuk biaya pendidikan. Tapi Alhamdulillah pendidikan ku ternyata sampai di tingkat sarjana pendidikan fisika S1 yang kuperoleh di tahun 1985 dan menjadi guru di SMAN1 Tumpang mulai tahun 1984 hingga sekarang.
Apa saja pekerjaan dan prestasi yang pernah kuraih se masa muda, berikut ini sekedar berbagi pengalaman dan sebagi motivasi dan cermin bagi anakku, seluruh murid dan bapak ibu, mudah-mudahan dapat memberi manfaat dan hikmah di balik kisah nyata ini.
Disamping aku belajar tentu aku harus bekerja membatu orang tua antara lain berjualan es keliling desa dengan menenteng termos es pada siang hari, malam hari berjualan kacang keliling di sebuah gedung bioskop yang tak pakai atap, loper susu sapi pakai sepeda gayung keliling kampung, membantu berjualan di pasar, kenek bemo hingga sebagi sopir bemo, juga menjadi pelatih olah raga beladiri karate baik prifat maupun kelompok serta memberi les prifat pelajaran fisika.
Prestasi akademik tergolong paspasan, karena waktu belajar kurang dan banyak waktu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan tergolong kurang gizi, tapi beberapa prestasi yang pernah kuraih antara lain :
· Juara dalam berbagai pertandingan karate salah satunya jenis kata beregu juara I Nasional KKI tahun 1980 di Jakarta.
· Mahasiswa teladan I di tingkat fakultas FPMIPA IKIP Malang tahun 1983.
· Asisten dosen olah raga IKIP Malang tahun 1981-1983
· Wakil Kepala SMAN1 Tumpang bidang kurikulum tahun 1994-1998.
Sebagi saksi hidup yang sekarang bisa ditemui di SMAN1 Tumpang adalah Bapak Prianggono, yang tahu bagai mana aku masih menjadi mahasiswa antara lain karena sambil kuliah aku juga tetap bekerja sebagi supir bemo yang sempat bemo tersebut ku parkir di kampus saat aku kuliah hingga tahun ke dua., berikutnya karena ada tawaran kredit dari BNI maka aku juga ikut sebagai mahasiswa KMI (Kredit Mahasiswa Indonesia) selama 2 tahun, dengan kredit tersebut aku bisa belajar lebih focus akhirnya prestasi akademik agak meningkat sehingga mendapat bea siswa selama 2 tahun dan menjelang lulus sempat boleh ikut test sebagai dosen IKIP Malang pada waktu presentasi mengajar pak Prianggono juga menjadi salah satu mahasiswaku.